Diskusi Publik Pra MBI 3 2018: Membincang Kembali Ideologi Kita

Diskusi Publik Pra MBI 3 2018: Membincang Kembali Ideologi Kita

PRESS RELEASE & UNDANGAN TERBUKA

DISKUSI PUBLIK MBI 3

Membincang Kembali Ideologi Indonesia

Benarkah ideologi bekerja aktif dan efektif dalam hidup sehari-hari raykat Indonesia? Seberapa dalamkah ideologi itu terbenam dalam kesadaran masyarakat bangsa ini? Apa jangan-jangan masyarakat kita, tradisional maupun modern, sesungguhnya tidak ideologis. Berbagai pertanyaan di seputar hal di atas belakangan ini menjadi penting bahkan kritikal ketika masyarakat Indonesia, di semua dimensinya, memperlihatkan perilaku yang banyak tidak cocok dengan ideologi yang –konon—mereka yakini. Untuk membahasa dan menjawab pertanyaan-pertanyaan penting di masalah, Mufakat Budaya Indonesia (MBI) bekerjasama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar diskusi publik dengan tajuk “Membincang Kembali Ideologi Indonesia: Di Mana Sebenarnya Tempat Ideologi Indonesia dalam Kehidupan Kita”.

Diskusi yang akan diselenggarakan pada Jum’at, 26 Oktober 2018, mulai pukul 15.00-18.00 WIB di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta di Ciputat, Tangerang Selatan yang akan menghadirkan pembicara antara lain: Prof. Dr. Azyumardi Azra, (Guru Besar UIN), Radhar Panca Dahana (Budayawan), Prof. Dr. Musdah Mulia (Aktivis Perempuan), dan Mochtar Pabottingi (Ahli Ilmu Politik).

Diskusi publik ini merupakan rangkaian pre-event atau pra-acara sebagai semacam conditioning menuju Temu Akbar Mufakat Budaya Indonesia (MBI) III yang rencana akan dihelat pada Kamis s/d Minggu, 22—25 November 2018 di Istana Bogor dan Hotel Novotel Bogor. Diskuisi publik secara bertahap dilaksanakan bekerjasama dengan lembaga-lembaga terkemuka, mulai dari Bentara Budaya Kompas Jakarta (18/10), UIN Syarif Hidatullah CiputatJakarta (26/10), Universitas Indonesia (2/11), Harian Media Indonesia dan Metro TV (06/11), dan Majalah Gatra (16/11).

Mufakat Budaya Indonesia adalah sebuah forum terbuka untuk pemufakatan gagasan-gagasan keindonesiaan, yang diinisiasi pendiriannya dan dikoordinasi oleh Radhar Panca Dahana, sejak 2007 yang lalu, bersama beberapa sahabatnya: Sys Ns, Yockie Soerjoprajogo, Ray Sahetapy, kemudian menyusul Olivia Zalianty, Iwan Fals dan lainnya. Dari kegelisahan para seniman dari berbagai bidang, ia meluas hingga kemudian mengikutsertakan cendekiawan, ilmuwan, rohaniwan, hingga tetua adat dan budayawan senior, yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia.

Temu Akbar yang akan diselenggarakan nanti adalah penyelenggaraan ketiga, setelah tahun 2009 dan 2014 yang diikuti 200-an aktivis dari seluruh Indonesia. Untuk kesempatan yang ketiga nanti, diperkirakan sekitar 300 orang cendekiawan, budayawan, dan rohaniwan senior terpilih akan hadir membincangkan kembali hal-hal fundamental yang menegakkan kebudayaan dan kebangsaan Indonesia yang dahulu pernah coba dibangun founding fathers-mothers bangsa ini.

Temu Akbar MBI III 2018 akan diisi oleh pembicara kunci (keynote speaker), antara lain: Joko Widodo, Jusuf Kalla, dan Sri Sultan Hamengku Buwana X dan rencana penutupannya dilakukan di Istana Bogor oleh Presiden RI, setelah sidang-sidangnya dilaksanakan di Hotel Novotel Bogor.[]

 

Jakarta, 22 Oktober 2018

 

Narahubung (PJ Tim Konten Diskusi Publik):

Ahmad Y. Samantho (0859 2512 9189)

Bara Pattyradja (0812 82699721)

Damhuri (0821 1404 7071)

Arya (0896 2814 9749)

Admin MBI
Admin MBI
Forum pertemuan gagasan terbuka bagi para pemikir terkemuka Indonesia. Email: [email protected]