Mufakat Budaya Indonesia



Mufakat Budaya Indonesia (MBI) adalah sebuah forum pertemuan gagasan terbuka bagi para pemikir terkemuka Indonesia, baik dari latar belakang akademik, artistik, religius, tradisi, pemerintahan dan lainnya.

History

D idirikan pada medio Juni 2007 di Jakarta. Berawal dari inisiatif Radhar Panca Dahana, yang kemudian menjadi koordinatornya, mengakomodir kegelisahan teman-temannya, para aktivis seni dan budaya, pada situasi negeri pada masa itu. Dari pertemuan-pertemuan awal yang dilakukannya dengan para sahabat tersebut, antara lain Sys Ns, Jockie Soerjoprajogo, Ray Sahetapy, Joko Saw, Olivia Zallianty, dll akhirnya berkembang selain menyepakati terbentuknya MBI juga memperluas kalangan untuk menjadi aktivisnya.
Pada mulanya memang lebih banyak seniman yang terlibat, mulai dari seni film, musik, rupa, sastra, tari dan teater, seperti Indro Warkop, Maya Hasan, Iwan Fals, Yenny Rahman, Nungky Kusumastuti, Mat Solar, Happy Salma, Marcela Zalianty, Ivan Slank, Erros Djarot, Amoroso Katamsi, Sujiwo Tejo, dan banyak lainnya. Namun kemudian ia lebih berkembang lagi dengan terlibatnya para cendekiawan utama dari berbagai cabang ilmu dan disiplin.
Para ahli/pakar tersebut pada umumnya sudah melewati “batas” spesialisasi/keahliannya dan sama melihat faktor budaya adalah pondasi penting dan vital dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara lebih baik.
Dari kumpulan itulah kemudian MBI melakukan banyak kegiatan, mulai dari dialog dengan para seniman terkemuka di semua disiplin, dengan para pemimpin lembaga negara hingga menyelenggarakan acara-acara budaya, termasuk pergelaran, untuk mendiseminasi gagasan-gagasan MBI. Temu Akbar MBI yang sudah dua kali dilaksanakan, 2009 dan 2014, adalah acara utama MBI dalam bermusyawarah dan menghasilkan mufakat demi kepentingan memberi sumbangan gagasan bagi pembangunan dan keberlangsungan bangsa dan negara.

Kebudayaan Indonesia adalah pertemuan ratusan suku bangsa serta asal daerah, agama dan kepercayaan yang harus diperlakukan setara.